Bangunan RSP Boking Senilai Rp 17,4 Miliar Mulai Rontok | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bangunan RSP Boking Senilai Rp 17,4 Miliar Mulai Rontok


ROBOH. Tampak salah satu sudut bangunan RS Pratama Boking yang roboh pada Rabu (27/11) dini hari. (FOTO: Istimewa)

KABAR FLOBAMORATA

Bangunan RSP Boking Senilai Rp 17,4 Miliar Mulai Rontok


Pelayanan Kesehatan Berjalan Normal

SOE, TIMEXKUPANG.com-Bangunan Rumah Sakit Pratama (RSP) Boking yang baru saja dibangun akhir tahun 2018 lalu mulai rontok. Rabu (27/11) dinihari sekira pukul 01:18 Wita, salah satu bagian pada bangunan yang dibangun dengan menelan anggaran senilai Rp 17,4 miliar oleh PT. Tangga Batu Jaya, pertama kali diketahui roboh oleh pihak security saat melakukan patroli rutin.

Direktur RS Pratama Boking, dr. Hardman Sitorus ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian robohnya tembok bangunan RS Pratama Boking itu.

Ia mengatakan, robohnya tembok bangunan RS Pratama Boking itu, tepatnya di bagian barat belakang sudut bangunan tersebut.

Menurut dr. Hardman, kejadian itu telah ia sampaikan ke Dinas Kesehatan Kabupaten TTS.

Menurutnya, tembok yang roboh kurang lebih selebar setengah meter mulai dari cor bawah hingga cor atas.

Akibat rontoknya tembok itu, plafon di ruangan tersebut juga ikut rontok ke lantai.

“Kejadian robohnya tembok itu baru diketahui security saat patroli,” ujar dr. Hardman.

Kepala Dinas Kesehatan TTS, dr. Irene Ate saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya telah mendapat laporan terkait robohnya tembok itu.

Meski demikian, lanjut dr. Irene, kejadian tersebut tak mengganggu pelayanan kesehatan di Boking.

“Saat ini proses pelayanan kesehatan tetap berjalan seperti biasanya. Saya sudah minta tenaga kesehatan yang ada di RS Pratama Boking untuk tetap waspada,” ungkap dr. Irene.

Irene menyebutkan, terkait kerusakan bangunan itu, Dinas Kesehatan TTS telah membangun komunikasi dengan konsultan perencana untuk lakukan kajian. Meski demikian, pihak konsultan perencana untuk sementara waktu tidak bisa berbuat banyak, mereka kuatir jika mencongkel suatu bagian dari pada bangunan itu seluruh bangunan akan roboh. Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak perencana pembangunan. Beberapa langkah itu telah dilakukan, namun belum bisa action di lapangan karena pembangunan gedung RS Pratama Boking itu, saat ini dalam proses penyelidikan pihak Polres TTS. “Jadi kami belum bisa melakukan apa-apa, karena sekarang bangunan itu dalam proses hukum pihak kepolisian Polres TTS. Kami juga telah mengajukan anggaran untuk pembangunan tembok penahan,” tandas Irene. (yop)

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top