Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan, Keluarga Tolak Otopsi Jasad Rektor Unimor | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan, Keluarga Tolak Otopsi Jasad Rektor Unimor


SELAMAT JALAN PAK REKTOR. Arnoldus Klau Berek, Rektor Univetsitas Timor (Unimor). (FOTO: Istimewa)

PERISTIWA/CRIME

Polisi Tak Temukan Tanda Kekerasan, Keluarga Tolak Otopsi Jasad Rektor Unimor


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Aparat Kepolisian Resor (Polres) Kupang Kota tak menemukan adanya tanda-tanda mencurigakan atau tanda kekerasan pada tubuh/jasad Rektor Universitas Negeri Timor (Unimor), Arnoldus Klau Berek yang ditemukan tak bernyawa di salah satu kamar hotel di bilangan kelurahan Oesapa, Jl. Piet A. Tallo, Kamis pagi (28/11). Fakta ini ditemukan saat aparat mengolah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan fisik luar terhadap jasad almarhum Arnoldos ketika dibawa ke RSB Titus Uly Kupang.

Sebagaimana diberitakan sebelum, Arnoldus Klau Bere, warga Desa Sasi RT 02/RW 01, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) itu ditemukan meninggal dunia saat hendak dibangunkan oleh petugas hotel untuk segera bersiap karena pesawat pagi tujuan Jakarta akan segera take off, Kamis (28/11). Arnoldus berangkat dari Kefamenanu via Atambua menggunakan jasa penerbangan, Rabu (27/11) dan transit di Kupang untuk melanjutkan perjalanan dinas ke Jakarta hari ini (28/11).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda NTT, AKBP. Johannes Bangun saat dikonfirmasi media ini Kamis (28/11) siang membenarkan kejadian tersebut. Atas penemuan itu, pihaknya langsung melakukan olah TKP serta membawa jenazah korban ke RSB Titus Uly Kupang untuk kepentingan otopsi.

“Kita hanya melakukan proses pemeriksaan luar karena keluarga korban menolak untuk otopsi,” ujar mantan Kapolres Kupang Kota itu.

Johannes Bangun mengatakan, dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh koban. “Kita tidak menemukan tanda kekerasan, sehingga perlu digali lagi informasi dari keluarga tentang record sakit korban,” katanya.

BACA JUGA: Diduga Serangan Jantung, Rektor Unimor Tutup Usia di Kamar Hotel

Informasi yang berhasil dihimpun dari beberapa sumber di hotel tempat Arnoldus menginap menyebutkan, kabar meninggalnya sang rektor secepatnya tersiar setelah sekira pukul 08:00 Wita, petugas hotel berusaha Arnoldus karena harus check out untuk melapor ke bandara pukul 08.00 Wita. Namun saat dihubungi, tidak ada respon dari penghini kamar.

Kemudian atas permintaan istri korban kepada pihak hotel via telepon agar melakukan pengecekan ke kamar sehingga perwakilan hotel atas nama Freddy selaku manager hotel bersama beberapa staf melakukan pemeriksaan ke kamar. Saat dipanggil, Arnoldus tak merespon. Karena tak ada respon, pihak hotel lalu membuka paksa pintu dari luar, dan begitu masuk kamar mereka melihat Arnoldus dalam posisi di atas tempat tidur dan tidak bergerak. Pihak hotel langsung memanggil tim medis dari RS Siloam untuk melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban. Hasil pemeriksaan itu menyimpulkan bahwa Arnoldus sudah meninggal dunia. Disebutkan, Arnoldus melakukan check in di hotel tersebut pada 27 November 2019 pukul 21.00 Wita.

Jenazah korban, usai diperiksa di ruang jenazah RSB Titus Uly Kupang, langsung diantar ke kediamannya di Kota Kefamenanu pada pukul 16:00 Wita didampinggi istrinya dan sanak keluarga. (mg29)

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top