2 Vietnam vs Indonesia 1: Bahaya, Selalu Menang pun Belum Tentu Lolos | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

2 Vietnam vs Indonesia 1: Bahaya, Selalu Menang pun Belum Tentu Lolos


LOGO SEA Games Manila. (FOTO: JawaPos.com)

SPORT

2 Vietnam vs Indonesia 1: Bahaya, Selalu Menang pun Belum Tentu Lolos


SEA Games 2019

MANILA, TIMEXKUPANG.com-Start dahsyat timnas U-23 Indonesia di grup B SEA Games 2019 terhenti di kaki Vietnam malam ini. Setelah selalu menang 2-0 atas Thailand pada Selasa (26/11) dan dengan Singapura 2-0 pada Kamis (28/11), tim asuhan Indra Sjafri itu akhirnya takluk oleh Vietnam 1-2 di Rizal Memorial Stadium, Manila.

Vietnam yang tercatat sebagai tim paling produktif di grup B membuktikan kualitasnya. Memang, kedua tim sempat mengawali pertandingan dengan sulit. Permainan sangat rapat dan pressing ketat. Baru pada pertengahan babak pertama, kombinasi umpan panjang mulai dilepas.

Pelatih Timnas U-23 Indonesia, Indra Sjafri meladeni Vietnam dengan memainkan dua gelandang bertahan, yakni Zulfiandi dan Rachmat Irianto. Kehadiran keduanya membuat Vietnam kesulitan menembus lini tengah dan lebih sering memainkan bola panjang ke area pertahanan. Atau, melalui sayap.

Pada menit ke-23, bermula dari serangan balik, umpan silang bek kanan Asnawi Mangkualam gagal diantisipasi dengan baik oleh kiper Vietnam Bu Tien Dung. Bola lepas dari tangannya dan membentur mistar atas gawang lalu balik ke area permainan. Bola liar itu langsung disundul Sani Rizki yang berdiri bebas. Gol tercipta.

Setelah unggul satu gol, Indonesia U-23 menurunkan garis pertahanan dan lebih mengandalkan serangan balik memanfaatkan kecepatan Osvaldo Haay, Saddil Ramdani, Sani Rizki, dan Irkham Mila. Begitu bola direbut dari lawan, langsung melepas umpan panjang ke depan.

Sayang, tidak ada lagi gol tercipta. Vietnam mulai mendominasi permainan. Beberapa peluang mereka dapatkan. Akhirnya, pada menit ke-64, Vietnam menyamakan skor melalui Nguyen Thanh Chung dengan tandukan yang memanfaatkan sepak pojok. Setelah skor imbang, Indonesia terus tertekan.

Keputusan Indra memasukkan Egy Maulana menggantikan Mila (65′) dan Syahrian Abimanyu menggantikan Sani (80′), tidak membuat daya serang lebih baik. Justru membuat pertahanan lebih rentan. Egy gagal menyuntikkan daya serang dan Syahrian kesulitan menguasai lini tengah.

Serangan bertubi-tubi terus dilancarkan. Beberapa peluang emas didapatkan Vietnam baik melalui sepak pojok maupun open play. Dan, pada injury time, Indonesia harus tertunduk karena gol dari sepakan jarak jauh Nguyen Hoang Duc gagal diantisipasi kiper Nadeo Argawinata.

Berakhir sudah catatan sempurna Nadeo yang selalu cleansheet dalam dua laga sebelumnya. Kini, Vietnam pun berkuasa penuh di grup B dengan 9 poin. Indonesia tercecer di peringkat ketiga dengan 6 poin. Koleksi angka sama, tapi kalah selisih gol dengan Thailand yang berada di peringkat kedua.

Terkait peluang lolos ke semifinal, masih sangat terbuka bagi Indonesia U-23. Sebab, lawan yang dihadapi di atas kertas, bisa diatasi. Berbeda dengan Thailand yang masih harus berhadapan dengan Laos (3/12) dan Vietnam (5/12), Indonesia hanya akan menghadapi juru kunci Brunei (3/12) dan diakhiri Laos (5/12).

Namun, dengan situasi saat ini, untuk lolos, Indonesia bukan hanya membutuhkan dua kemenangan beruntun, melainkan juga berharap pesaing utamanya, Thailand terpeleset. Sebab, berdasarkan regulasi, apabila poin sama, maka penentunya selisih gol, apabila masih sama, maka produktifitas gol.

Dengan begitu, maka meski selalu menang dalam dua pertandingan sisa, Indonesia bisa saja tidak lolos ke semifinal. Selalu menang di dua laga sisa membuat koleksi poin Indonesia jadi 12 angka. Apabila Thailand juga selalu menang, maka sama-sama 12 angka.

Kebetulan, pada laga terakhir, Thailand melawan Vietnam, maka apabila Vietnam kalah, jumlah angka ketiga tim sama-sama 12. Dalam situasi ini, selisih gol dan produktifitas gol menjadi penting. Sementara ini, untuk urusan gol, Vietnam dan Thailand lebih baik ketimbang Indonesia.

Nanti, kuncinya adalah kemenangan atas Brunei. Saat melawan Brunei, Vietnam menang 6-0 (25/11) dan Thailand menang 7-0 (28/11). Secara matematis, agar aman, Indonesia harus menang lebih besar ketimbang kedua pesaingnya itu agar lebih berpeluang lolos ke semifinal. (jpg)

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita lainnya SPORT

To Top