Bupati Manggarai Ajak Warga Cuci Tangan Pakai Sabun, Begini Pesannya | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bupati Manggarai Ajak Warga Cuci Tangan Pakai Sabun, Begini Pesannya


BUDAYAKAN CUCI TANGAN. Bupati Manggarai, Deno Kamelus, Wakil Bupati Viktor Madur, Kadis Kesehatan, dr Weng, dan anggota KIP, Roman Lendong melakukan gerakan cuci tangan pakai sabun usai jalan sehat di Lapangan Motang Rua, Kota Ruteng, Jumat (29/11). (FOTO: Fansi Runggat/Timex)

KABAR FLOBAMORATA

Bupati Manggarai Ajak Warga Cuci Tangan Pakai Sabun, Begini Pesannya


RUTENG, TIMEXKUPANG.com-Bupati Manggarai, Deno Kamelus mengajak warganya untuk membudayakan cuci tangan pakai sabun karena cara ini memiliki pengaruh yang besar bagi kesehatan.

“Cuci tangan pakai sabun merupakan langkah awal bagi diri kita untuk menjaga kesehatan. Mari kita budayakan cuci tangan pakai sabun. Agar terhindar dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh kuman. Kedepankan perilaku hidup bersih dan sehat,” ujar Deno Kamelus usai kegiatan jalan sehat dalam rangka penggerak masa di Kota Ruteng, Jumat (29/11) pagi.

Kegiatan jalan sehat dengan peserta sebanyak 500 orang itu dilepas Bupati Deno Kamelus. Turut hadir wakil Bupati Viktor Madur, anggota Komisi Informasi Publik (KIP) RI, Romandus Lendong, Plt. Sekda Anglus Angkat, sejumlah pimpinan OPD, unsur Forkopimda, para ASN, dan perwakilan BUMD/BUMN.

Para peserta yang terlibat adalah para guru dan pelajar tingkat SD,  SMP, dan SMA/SMK. Jalan sehat degan rute sepanjang 5km itu mengambil start dan finis di lapangan Motang Rua, Kota Ruteng. Setelah jalan sehat, Bupati Deno, Wakil Bupati Madur bersama peserta jalan sehat, melakukan gerakan cuci tangan dengan sabun pada sarana yang disediakan oleh Yayasan Plan Internasional.

Dalam kesempatan itu, Bupati Deno Kamelus berpesan kepada para orang tua dan guru untuk terus mengajarkan kepada anak dan siswa supaya kedepankan pola hidup bersih dan sehat sejak dini. Tentu salah satunya dengan menggalakkan budaya cuci tangan pakai sabun.

“Anak-anak harus dibiasakan untuk mencuci tangan pakai sabun. Ini juga sesuai dengan program pemerintah dalam menyehatkan masyarakat dan menekan angka kematian yang disebabkan kuman penyakit. Lingkungan yang bersih juga perlu dijaga,” kata Deno.

Berkaitan dengan jalan sehat yang dilaksanakan itu, Bupati menyebutkan hal tersebut merupakan instruksi Presiden RI. Hal ini, lanjut Deno, dilakukan karena sesuai data yang ada, kecenderungan penyakit yang dialami masyarakat saat ubu mengalami pergeseran dari penyakit menular menjadi penyakit tidak menular penyakit. “Penyakit tidak menular itu seperti stroke, diabetes dan lainya. Angkanya semakin naik,” kata Deno.

“Banyak kematian juga disebabkan karena penyakit yang tidak menular. Karena itu saudara-saudara sekalian dalam rangka mencegahnya, maka yang harus dilakukan itu adalah perbaiki pola hidup, pola makan hidup sehat termasuk didalamnya rajin berolahraga. Ingat juga sebelum makan, tangan harus dicuci pakai sabun. Juga jangan buang air besar sembarangan,” pesan Bupati Deno.

Bupati Deno juga menyinggung soal upaya penanganan stunting kepada semua pihak, khusus instansi yang ada hubungan kerjanya agar serius dan fokus dalam memerangi stunting di Sikka.

“Bagaimana manajemen terbaik untuk mengurangi stunting ini. Sumber biaya ada. SDM dan manajemen yang kita miliki, harus coba buat inovasi disana dengan cara efektif,” pesan Bupati Deno.

Proficial Koordinator Projec WfW Yayasan Plan Internasional, Juliani Talan, kepada media ini di Ruteng usai jalan sehat mengatakan, pihaknya bersama dinas terkait sering melakukan sosialisasi ke tingkat bawah, khususnya terkait program lima pilar sanitasi total berbasis masyarakat (STBM). “Dimana cuci tangan pakai sabun itu merupakan pilar kedua,” ungkapnya.

Juliani melanjutkan, gerakan cuci tangan pakai sabun itu bertujuan mengingatkan masyarakat tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Menurutnya, PHBS diawali dengan gerakan cuci tangan dengan sabun. Untuk kabupaten Manggarai, pihak dari Plan Internasional sendiri, telah mengintervensi program STBM di 12 kecamatan dan 73 desa.

“Intervensi kami dari Plan itu dengan kegiatan implentasi STBM. Seperti pemicuan perubahan prilaku, ada kampanye promosi kesehatan dengan kegiatan putar film dan permainan ular tangga. Juga ada follow up kegiatan pemicuan perubahan perilaku dengan monitoring tim STBM desa dan kecamatan.m,” ujar Juliani.

Juliani menjelaskan, monitoring terhadap lima pilar STBM itu juga diikuti dengan monitoring ketersedian sarana dan perubahan prilaku. Dimana sebelumnya telah dilakukan pelatihan monitoring evaluasi dan verifikasi STBM bagi tim STMB desa dan kecamatan. Sebagai pilot project, telah dipilih Kecamatan Wae Ri’i sebagai daerah penerapan lima pilar STBM.

“Terget ini terhitung mulai 9 – 14 Desember 2019. Tentu semua proses kegiatan yang dilakukan ini untuk menjawab komitmen Bupati, bahwa Manggarai ini sebagai kabupaten bebas buang air besar sembarangan tahun 2020,” Sebut Jualiani.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Manggarai, dr. Yulianus Weng, melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Maria Yasinta Aso, menjelaskan, banyak pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, yakni unsur OPD, para pelajar dalam Kota Ruteng, Forkopimda, BUMN dan BUMD, pihak Puskesmas, LSM, dan lainya. Dukungan Plan Internasional dalam kegiatan ini, yakni penyiapan sarana cuci tangan pakai sabun dan sejumlah doorprize.

“Jalan sehat ini untuk mengampanyekan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) sebagaimana Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2017 yang dipadukan dengan Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-55. Selain jalan sehat, kita juga lakukan senam peregangan dan kampanye cuci tangan pakai sabun dari 5 pilar STBM,” jelas Maria. (Krf3)

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top