Bupati Sikka Lepas 10 KK Transmigran ke Mamuju | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bupati Sikka Lepas 10 KK Transmigran ke Mamuju


FOTO BERSAMA. Bupati Sikka Robi Idong (tengah) foto bersama warga transmigran asal Sikka ke Mamuju, Sulawesi Barat usai acara pelepasan di Maumere, Sabtu (30/11). (FOTO: Karel Pandu/Timex)

KABAR FLOBAMORATA

Bupati Sikka Lepas 10 KK Transmigran ke Mamuju


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo memberangkatkan 10 kepala keluarga (KK) transmigran asal Kabupaten Sikka ke Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat. Pelepasan 10 KK dengan jumlah 34 jiwa ini diawali dengan perayaan misa dipimpin Romo Alo Ndate, Pr.

“Kabupaten Sikka sebagai salah satu daerah asal di Provinsi NTT gencar mengirimkan transmigran keluar Provinsi NTT. Karena itu hari ini kami mengirimkan 10 KK ke Sulawesi Barat,” kata Bupati yang akrab disapa Robi di Maumere, Sabtu (30/11).

Robi mengatakan, sesuai Kepres Nomor 14 tahun 1986, menyatakan bahwa Pulau Flores, Sumba dan Alor menjadi daerah asal pengiriman transmigran. Dengan demikian lanjut Robi, Kabupaten Sikka sejak tahun 1986 hingga saat ini melakukan pengiriman transmigran keluar NTT.

Menurut Robi, sejak 1986 hingga saat ini, warga Sikka yang dikirim sebagai transmigran berjumlah 4.595 KK atau 19.493 jiwa. Mereka dikirim ke 88 daerah penempatan yang tersebar di 37 kabupaten pada 10 provinsi dengan jenis kegiatan pertanian dengan pola perkebunan inti rakyat.

Robi menyebutkan, 10 KK atau 34 jiwa warga Sikka ini mengikuti program transmigrasi Sulawesi Barat tepatnya ke pemukiman Saluandeang, kawasan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah.

Romo Alo Ndate, Pr memberkati para transmigran dalam acara pelepasan. (FOTO: Karel Pandu/Timex)

Kepala Bidang Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT, Ir. Wayan Suburata yang hadir dalam pelepasan itu menjelaskan, 10 KK asal Sikka akan diberangkatkan ke Mamuju menggunakan pesawat ke Makassar dan selanjutnya terus ke Mamuju Tengah. Transmigran asal Sikka ini nantinya dijemput Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju dan membawa hingga ke lokasi transmigran.

“Kalau dulu para tramsmigran menggunakan kapal laut, sekarang mereka dikirim ke lokasi menggunakan pesawat dan akan dijemput dari bandara hingga ke lokasi,” kata Wayan.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Nakertrans Sikka, Germanus Goleng.

Germanus menyebutkan, 10 KK yang dilepas Bupati Sikka itu merupakan warga asal lima desa di kabupaten itu. Rinciannya, Desa Roit (4 KK atau 14 jiwa), Desa Ai Bura (1 KK atau 4 jiwa), Baomekot (3 KK atau 12 jiwa), Blatatatin (1 KK atau 2 jiwa), dan Desa Kolisia (1 KK atau 2 jiwa).

Germanus menjelaskan, setiap KK akan mendapatkan lahan masing masing seluas 2 hektare, dan disediakan rumah tinggal termasuk jaminan hidup bagi tiap KK selama satu tahun. “Selain fasilitas yang ada, pada tahun kedua dan ketiga, warga transmigran juga akan mendapatkan sarana pertanian,” pungkas Germanus. (Kr5)

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top