Keracunan Masal, 99 Warga Oe’ekam Dilarikan ke Puskesmas Noebeba | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Keracunan Masal, 99 Warga Oe’ekam Dilarikan ke Puskesmas Noebeba


KERACUNAN. Para korban keracunan makanan saat dirawat di Puskesmas Noebeba. Terbatasnya jumlah tempat rawat, terpaksa sebagian korban di rawat di luar rungan. (FOTO: YOPI TAPENU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Keracunan Masal, 99 Warga Oe’ekam Dilarikan ke Puskesmas Noebeba


SOE, TIMEXKUPANG.com-Masih segar diingatan kita, kasus keracunan makanan yang pernah terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), pada Oktober lalu di pesta milik Frans Boimau di Desa Se’i, Kecamatan Kolbano. Saat itu sebanyak 183 warga dari dua kecamatan, yakni Kecamatan Kolbano dan Kecamatan Amanuban Selatan yang berasal dari Desa Oebelo, Sei, Bena, Pana, Oni, dan Kualin, harus dilarikan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pertolongan pihak medis lantaran diduga mengalami keracunam makanan yang mereka konsumsi. Saat itu, satu orang dinyatakan meninggal dunia. Kasus serupa kembali terjadi pada Jumat (29/11) di Desa Oe’ekam, Kecamatan Noebeba. Kasus itu terjadi saat, warga menghadiri acara pesta peminangan pernikahan di rumah Salmun Tse di RT/RW 011/006. Alhasil, 99 orang terpaksa harus dilarikan ke Puskesmas Noebeba untuk mendapatkan pertolongan medis. Puluhan warga ini harus dilarikan ke pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) karena setelah mengonsumsi makanan yang disajikan di acara pinangan para undangan yang makan mengalami mual, muntah, sakit kepala, pusing, demam, sakit perut dan sesak napas.

Kepala Puskesmas (Kapus) Noebeba, Nikson Ataupah, ketika dikonfirmasi mengatakan kasus itu diketahui pihaknya setelah pihaknya mendapat laporan dari warga pada Sabtu (30/11) sekitar pukul 03:45 Wita dini hari. Saat mendapat laporan itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan tim reaksi cepat tingkat kecamatan dan langaung menuju ke tempat kejadian. Pihaknya tiba di tempat kejadian sekitar pukul 03:50 Wita dan langsung mengevakuasi warga yang mengalami gelaja keracunan tersebut.
“Yang mengalami sesak napas, kami pasangkan infus. Kami bekerja cepat dan maksimal, supaya jangan sampai ada korban jiwa,” tutur Nikson.

Selain mengatasi masyarakat yang diduga mengalami keracunan makanan itu, tim medis juga sikap melakukan pendataan terhadap makanan yang disajikan pada pesta peminangan itu. Dari hasil pendataan yang dilakukan, diketahui sejumlah jenis makanan yang disajikan berupa nasi, mie lopo timor, sayur kol, pepaya, sup/kuah babi, babi kecap, dan ayam goreng.
Sedangkan air yang digunakan untuk minum adalah, air yang diambil dari sumur dan dimasak. “Jadi bukan air kemasan yang diminum, tapi air mereka ambil dari sumur dan masak sendiri,” jelas Nikson.

Bupati TTS, Egusem Pieter Tahun melalui pesan WhatsApp (WA) kepada wartawan media ini mengatakan, sesuai laporan yang diterimanya, korban dugaan keracunan itu berjumlah 99 orang. Para korban mendapat pertolongan medis di Puskesmas Neobeba. Dari total jumlah korban itu, 19 orang yang dipasangkan infus, karena mengalami sesak napas. Selain tim reaksi cepat dan pihak medis tingkat kecamatan juga bergerak cepat mengatasi persoalan itu.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) TTS, juga dikerahkan ke ke lokasi untuk membantu felbad dan juga mendistribusikan air bersih, untuk dapat memenuhi kebutuhan para korban dan pihak medis selama mengatasi kasus itu. “Saya juga sudah instruksikan kepada Dinas Kesehatan untuk stand by di lokasi supaya mengikuti terus perkembangan penanganan kasus itu,” tandas Egusem. (yop)

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top