Kunjungi Tana Hikong, Warga: Ini Sejarah, Pertama Kali Kami Dikunjungi Bupati | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kunjungi Tana Hikong, Warga: Ini Sejarah, Pertama Kali Kami Dikunjungi Bupati


PEDULI WARGA. Bupati Sikka, Robi Idong disambut warga Tana Hikong saat berkunjung ke Desa Runut, Kecamatan Waigete, Minggu (1/12). (FOTO: Karel Pandu/Timex)

KABAR FLOBAMORATA

Kunjungi Tana Hikong, Warga: Ini Sejarah, Pertama Kali Kami Dikunjungi Bupati


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo mencatatkan sejarah bagi warga Dusun Tana Hikong, Desa Runut, Kecamatan Waigete, dimana untuk pertama kalinya dalam sejarah berdirinya Kabupaten Sikka, baru kali ini mereka mendapat kunjungan langsung pemimpin wilayah itu.

Karena itu, kunjungan Bupati Sikka di Tana Hikong, Minggu (1/12) petang tadi sekira pukul 16.00 Wita, mendapat sambutan luar biasa dari warga setempat.

Johanis Jago Sangu, salah satu tokoh masyarakat Desa Runut, mengatakan, selama ini, sejak Kabupaten Sikka berdiri, baru pertama kali Bupati Sikka mengunjungi Tana Hikong, dan itu dilakukan Bupati Fransiskus Roberto Diogo.

Menurut Johanis, desa mereka dinilai masih terbelakang. Karena itu, lanjutnya, dengan kunjungan Bapati ke Desa Runut memberi harapan dan motivasi bagi warga setempat.

“Bupati kami sebelumnya itu warga Tana Hikong. Kami hanya mendengar namanya, namun tidak pernah bertemu masyarakat secara langsung. Hari ini kami dikunjungi langsung Bapak Bupati. Sebagai warga masyarakat Tana Hikomg, kami patut berterima kasih atas kunjungan perdana bupati Sikka. Ini sejarah baru buat kami warga Tana Hikong,” ungkap Johanis.

Menurut Johanis, selama ini mereka kesulitan karena sentuhan pembangunan infrastruktur jalan, pendidikan, juga kesehatan belum mereka rasakan.
Karena itu, dalam kunjungan tersebut masyarakat meminta Bupati untuk memperhatikan wilayah mereka, dan masyarakat juga memohon ke Bupati untuk memberi bantuan mobil ambulance agar dapat melayani warga Desa Runut yang sakit dan harus berobat ke RSUD.

Terkait pendidikan, Kepala SDK Tana Hikong, Ludgerus Georgius berharap agar sekolahnya tidak boleh ditutup walaupun banyak kekurangan fasilitas yang ada di sekolahnya.

“Kami meminta Bapak Bupati untuk tidak menutup sekolah ini walau murid hanya berjumlah 60 orang. Ia yakin tahun depan dipastikan ada peningkatan jumlah siswanya. Karena itu kami berharap adanya bantuan sarana pendidikan terutama ATK, laptop juga jaringan listrik,” kata Ludgerus.

Merespon permintaan warga, Bupati yang akrab disapa Robi Idong itu berjanji segera merealisasikan pembangunan akses jalan di desa tersebut.

“Kami akan membuka jalan desa, nanti kami segera kirim alat berat pada minggu pertama bulan Desember untuk mengerjalan jalan di desa ini,” ungkap Bupati.

Mengenai harapan Kepala SDK Tana Hikong agar sekolahnya tak ditutup, menurut Bupati Robi, informasi adanya penutupan sekolah tidak benar. Pemerintah, kata Robi tetap memperhatikan sekolah Tana Hikong, dan dia siap membantu sarana prasarana yang dibutuhkan.

“Isu itu (Penutupan Sekolah, Red) tidak benar kalau menutup SD ini. Pemerintah tetap akan memperhatikan sekolah ini termasuk sarana pendidikannya,” janji Robi.

Martina (kiri), warga Dusun Koja Laka, Desa Nitakloang, Kecamatan Nita yang lumpuh total saat dikunjungi Bupati Sikka, Robi Idong, Minggu (1/12). (FOTO: Karel Pandu/Timex)

Alami Kelumpuhan, Suami Tinggalkan Martina

Dari Desa Runut, Bupati Robi Idong melanjutkan perjalanannya ke Desa Nitakloang, Kecamatan Nita. Robi dan rombongannya tiba di desa ini sekira pukul 17.30 Wita. Sama seperti kunjungan setiap hari Minggu pada pekan sebelumnya, di desa ini, tepatnya Dusun Koja Laka, Robi Idong mengunjungi kediaman Martina Nona Dince, 40, yang menderita kelumpuhan. Mirisnya lagi, Martina yang dalam keadaan lumpuh harus berjuang mempertahankan hidupnya bersama dua orang anak. Sang suami pergi tanpa kabar ketika sang istri mengalami lumpuh.

“Saya sudah 15 tahun mengalami lumpuh total. Suami tinggalkan saya bersama dua orang anak setelah mengetahui saya lumpuh,” ungkap Martina dihadapan Bupati Robi, Minggu (1/12).

Martina mengaku, suaminya berasal dari Manggarai. Sejak awal menikah, dia tampak sehat, dan hidup mereka akur dan harmonis.

“Saat saya masih sehat, suami masih tetap bersama saya dan dua orang anak. Ketika saya sakit dan lumpuh, suami langsung menghilang dan membiarkan saya bersama dua anak sendirian,” jelas Martina dengan linangan air mata.

Melihat kondisi Martina yang memprihatinkan itu, Bupati Robi berjanji akan memberikan kursi roda agar bisa membantu Martina beraktivitas.

“Orang yang susah dan tak berdaya seperti ini yang layak mendapatkan bantuan. Apalagi ibu ini sudah ditinggalkan suaminya dan dia harus menanggung beban terhadap dua anaknya,” ungkap Robi.

Robi kepada wartawan yang menyertainya mengatakan, masih banyak warga masyarakat yang perlu mendapat perhatian pemerintah. Apalagi masih banyak warga Sikka yang mengalami kesusahan dan hidupnya memprihatinkan, baik itu karena gizi buruk, rumah tidak layak huni, difabel, hingga kelumpuhan.

“Sebagai Bupati, saya harus bisa memastikan kondisi kehidupan setiap warga saya. Dengan turun langsung ke masyarakat, saya bisa melihat dan mengetahui kondisi masyarakat yang sebenarnya, bukan cuma menerima laporan staf. Dengan demikian, kita bisa pikirkan program-program apa yang harus dibuat untuk masyarakat,” pungkas Robi. (Kr5)

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top