Proyek 3 Gedung RSUD Ruteng Belum Tuntas, Kontraktor Terancam Denda | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Proyek 3 Gedung RSUD Ruteng Belum Tuntas, Kontraktor Terancam Denda


BELUM 90 PERSEN. Salah satu dari tiga unit gedung di RSUD dr. Ben Mboi Ruteng yang kini dikerjakan kontraktor. Gambar diabadikan Jumat (29/11). (FOTO: Fansi Runggat/Timex)

KABAR FLOBAMORATA

Proyek 3 Gedung RSUD Ruteng Belum Tuntas, Kontraktor Terancam Denda


RUTENG, TIMEXKUPANG.com-Proyek pembangunan tiga gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Ben Mboi Ruteng, Kabupaten Manggarai, bakal terlambat dari masa kontrak yang ada. Pasalnya, jelang akhir tahun anggaran, proyek megah bernilai miliaran rupiah itu progresnya masih di bawah angka 90 persen.

Sebagaimana terpantau TIMEXKUPANG.com, Jumat (29/11), tiga unit gedung RSUD tersebut, masing-masing gedung Instalasi Farmasi, gedung Rawat Inap, dan Gedung Instalasi Radiologi, masih menyisakan banyak item pekerjaan, sementara sudah tiba penghujung tahun anggaran.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Gregorius L. A. Abdimun, yang ditemui di ruang kerjanya mengakui, pekerjaan tiga gedung RSUD tersebut bakal terlambat dari batas masa kontraknya, pada 27 Desember 2019. Artinya, tidak akan mencapai 100 persen. Tapi pekerjaanya wajib tuntas.

“Untuk 100 persen sih tidak. Kami sudah bisa hitung pekerjaanya, dimana nanti sampai target tanggal 27 itu, gedung farmasi bisa capai 95 persen. Rawat inap bisa 85 persen, dan radiologi targetnya capai bisa 95 persen. Tapi dipastikan ada penambahan waktu 50 hari. Selama tambahan waktu, rekanan dikenakan denda,” jelas Abdimun.

Abdimun mengakui, saat ini progres tiga bangunan masih di bawah 90 persen. Dimana proyek bangunan gedung Farmasi baru mencapai 86 persen, gedung rawat inap mencapai 68 persen, dan gedung radiologi baru mencapai 72 persen. Tapi targetnya, pada 15 Desember 2019, persentase fisik untuk tiga gedung itu harus di atas 90 persen.

“Tiga gedung ini sumber anggaranya dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Jadi kita diberi waktu sampai tanggal 15 Desember 2019, persentase fisik tiga gedung harus mencapai 90 persen. Jika tidak, ini akan berpengaruh terhadap alokasi DAK tahun berikutnya dari pusat,” kata Abdimun.

Sehingga menurutnya, apapun caranya, kontraktor harus kebut pekerjaannya. Total seluruh anggaran yang dialokasikan untuk tiga gedung tersebut senilai Rp 29.089.319.553. Rinciannya, gedung Instalasi Farmasi senilai Rp 10.048.2026.612, dengan kontraktor pelaksana PT. Mina Fajar Abadi. Gedung Rawat Inap senilai Rp 9.976.326.394, dengan kontraktor pelaksana PT. Kasih Sejati Perkasa. Sedangkan gedung Instalasi Radiologi anggaranya senilai Rp 9.064.786.549, dengan kontraktor PT. Megatama Permai. Semua pekerjaan yang ada dibawah pengawalan TP4D.

“Saat ini juga ada kegiatan perbaikan di sejumlah ruangan pada gedung Oka, Nifas, dan gedung kamar jenazah. Tiga gedung yang diperbaiki tersebut hasil proyek tahun 2018 lalu,” ungkapnya sambil menambahkan, perbaikan atas kerusakan gedung itu masih menjadi tanggung jawab kontraktor. “Ini paket pekerjaan 2018 lalu. Masa pemeliharaanya sampai 22 Januari 2020 mendatang,” tambah Abdimun.

Warga Kota Ruteng, Blasidus Amput, yang ditemui di RSUD dr. Ben Mboi Ruteng mengatakan, konsultan pengawasan harus benar-benar serius melaksanakan pengawasan terhadap pekerjaan tiga gedung itu. Biar hasilnya memuaskan dengan kualitas yang baik.

“Kita berharap, kontraktor bisa kerja dengan tuntas. Juga harus ngebut, biar persentase fisiknya bisa capai target yang ditentukan. Khusus terget realiasi fisik untuk DAK. Sehingga tahun depan, kita masih dipercaya oleh pusat untuk dapat DAK. Selain itu yang paling penting juga hasil pekerjaanya bisa memuaskan,” pungkas Blasidus Amput. (Krf3)

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

To Top