Tersambar Petir, Dona Tewas di Tempat, Begini Imbauan Camat | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tersambar Petir, Dona Tewas di Tempat, Begini Imbauan Camat


DI PANGKUAN IBU. Dona Nenoliu, korban sambaran petir dipangku sang ibu dalam kondisi tak bernyawa, di Desa Mio, Kecamatan Amanuban Selatan, TTS, Senin (2/12). (FOTO: Istimewa)

PERISTIWA/CRIME

Tersambar Petir, Dona Tewas di Tempat, Begini Imbauan Camat


SOE, TIMEXKUPANG.com-Dona Nenoliu, warga Dusun Oenoni, Desa Mio, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menemui ajalnya, Senin (2/12). Dona meninggal setelah sekira pukul 12.00 Wita tadi tersambar petir saat wilayah itu dilanda hujan disertai petir.

Ayah Dona, Mikael Nenoliu yang dikonfirmasi media ini mengatakan, kejadian memilukan itu bermula ketika korban bersama ibunya, Sarci Baitanu kembali dari Puskesmas Panite. Sesampainya mereka di tempat kejadian, korban meminta ibunya untuk beristirahat sejenak sembari korban hendak membuang hajat.

Saat itu, langit di sekitarnya mendung bertanda hujan akan segera turun. Saat berhenti, korban pergi ke balik sebuah pohon asam yang berjarak balasan meter dari tempat mereka beristirahat untuk membuang hajat.
Tidak lama kemudian, beberapa orang mendatangi ibu korban yang berdiri menunggu korban dan memberitahukan kalau anaknya tersambar petir di balik pohon asam.

“Istri saya malah tidak tahu, kalau anak kami tersambat kilat (Petir, Red) karena jarak dengan dia (Korban, Red) sekitar balasan meter. Jadi istri saya baru tahu kalau dia kena sambar kilat, waktu orang-orang di sekitar situ datang kasih tahu,” ujar Mikael.

Menurut Mikael, korban sambaran petir itu langsung meninggal di lokasi kejadian, bahkan pakaian yang dikenakan korban saat itu terbakar hingga ke pakaian dalam. Seluruh badan korbanpun nampak berwarna hitam. Pohon asam yang tersambar petir juga nampak pecah terbelah. Karena korban langaung tewas di tempat, sehingga langsung di bawa ke rumah duka dan rencanannya akan dimakamkan Selasa (3/12). “Kami rencana besok (Selasa 3/12, Red) makamkan korban,” ucap Mikael.

Camat Amanuban Selatan, Jhon Asbanu kepada wartawan mengatakan pada awal musim hujan seperti saat ini memang rawan terjadi sambaran petir. Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak berlindung di pohon-pohon besar saat hujan. Pasalnya, pada umumnya petir menyambar pohon-pohon berukuran besar. Selain itu, masyarakat juga waspada terhadap banjir, karena wilayah Kecamatan Amanuban Selatan juga rawan banjir karena berada di dataran rendah.

“Agar tidak ada korban lagi. Jadi saya imbau, jauhi pohon-pohon besar saat hujan. Selain itu, juga waspadai banjir. Saya atas nama keluarga dan juga pemerintah, menyampaikan turut berduka cita yang mendalam. Semoga keluarga yang ditinggalkan, mendapat kekuatan dan penghiburan dari Tuhan,” ucap Jhon. (yop)

Facebook Comments

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

To Top